Apel MPLS dan Surat Cinta Orang Tua
- Eto Kwuta
- 11 hours ago
- 1 min read

Setiap tahun, SMAK Syuradikara menunjukkan kegiatan yang tidak lepas dari salah satu matra khas SVD, yakni Animasi Misi. Lembaga pendidikan ini juga bertanggung jawab penuh untuk menganimasi sebagai salah satu tugas penting dalam proses pendidikan itu sendiri.
Lewat Kesiswaan SMAK Syuradikara dan bekerja sama dengan OSIS/MPK, proses ini memberikan bekas tersendiri dalam hati murid-murid baru. Ini merupakan sebuah gambaran bahwa Syuradikara memperhatikan semua hal, termasuk bagaimana mengolah psikologi anak-anak yang jauh dari orang tua dan keluarga.
Jika melihat jumlah mereka 432, maka usaha untuk membuat mereka cinta pada rumah Syuradikara, mesti dilakukan dengan pendekatan kultur sekolah. Dilihat dari visi dan misinya, Syuradikara tidak sedang bermain bayang-bayang sendiri, tapi memainkan peran sebagai rumah, keluarga, dan sebagai sekolah misi yang berbudaya pendidikan Katolik.
Syuradikara, tidak hanya menerima anak-anak beragama Katolik atau Kristen, tapi semua agama dilihat sebagai saudara dalam pendidikan. Cinta anak-anak pada Syuradikara, telah mereka tanamkan dalam diri mereka, lewat cerita, kisah, juga lewat kesaksian hidup orang tua, sahabat, dan siapa saja yang telah berpartisipasi mendorong mereka untuk masuk.

Ketika Surat Cinta dibacakan, maka di sana telah ada nasihat panjang untuk memulai sebuah misi suci. Itulah misi cinta dan kasih dalam proses belajar dan mengajar. Guru, bertanggung jawab sebagai orang tua kedua, dan anak-anak adalah buah hati titipan Tuhan untuk lembaga.
Mari tetap semangat dan bekerja sama untuk bergerak memajukan pendidikan kita dan memanusiakan anak-anak kita dengan adil dan beradab.*




Comments