Dua Murid SMAK Syuradikara Asal Timor Dapat Beasiswa ke Universitas Nanzan-Jepang
- Eto Kwuta
- 2 days ago
- 2 min read

Ende, Syuradikara.sch.id – Dua murid angkatan 70 SMA Swasta Katolik Syuradikara mendapatkan beasiswa untuk belajar di Univesitas Nanzan, Jepang.
Diketahui beasiswa ke Universitas Nanzan telah berjalan selama sepuluh tahun dan merupakan hasil kerja sama SMAK Syuradikara dengan salah satu universitas terbaik di Negeri Zakura, Jepang.
“Tahun ini adalah angkatan kesebelas dan pihak sekolah memilih dua murid terbaik, yakni, Maria Yoana Wona Hipir dan Giorgio Peter Marthin Aditya Soan, keduanya berasal dari Timor,” kata Bruder Kris ketika diwawancarai media ini pada Selasa, 19 Mei 2026.
Bruder Kristianus Riberu, SVD, Kepala SMAK Syuradikara menyampaikan, Maria Yoana Wona Hipir dan Giorgio Peter Marthin Aditya Soan adalah murid terbaik yang dipilih setelah melihat prestasi akademik maupun non akademik yang telah mereka peroleh selama tiga tahun bersekolah di SMA Swasta Katolik Syuradikara.
“Untuk mendapat kesempatan seperti ini sulit, jadi mereka mendapat berkat karena usaha dan perjuangan mereka,” jelas Bruder Kris.
Ia menjelaskan, keberangkatan Yoana Hipir dan Gio Soan merupakan sebuah misi perutusan timbal-balik. Jika dahulu Serikat Sabda Allah atau SVD mengutus misionarisnya datang ke Indonesia, maka sekarang ada arus balik.
“Perutusan itu terbalik sekarang, SVD dalam hal ini Syuradikara mengutus kedua murid ini sebagai misionaris awam untuk tujuan pendidikan,” ungkap dia.
Ia berharap supaya ketika sudah berada di Jepang, mereka memanfaatkan waktu kuliah untuk belajar dengan serius, disiplin, sambil mempelajari budaya, dan mendisiplinkan diri sendiri.
“Sekolah berbangga atas kesedian mereka untuk diutus. Jadi, terima kasih kepada bapak-ibu guru, pegawai, anak-anak, dan tentu juga atas dukungan orang tua, sehingga mereka menerima tanggung jawab ini,” katanya.
Marianus Nato, guru Bahasa Jepang yang mendampingi Yoana dan Gio ikut bersuara dan mengatakan bahwa Bahasa Jepang cukup susah, sehingga orang yang belajar, mesti memulai dari dasar.

“Jadi, pendampingan selama empat bulan ini, hemat saya bisa membantu mereka mengenal tiga tulisan dasar dalam Bahasa Jepang, yakni Hiragana, Katagana, dan Kanji,” ungkap Marianus di sela-sela ia mendampingi Yoana dan Gio.
Marianus berharap keduanya bisa memperbanyak kosa-kata sehingga mampu memahami pola kalimat ketika berkomunikasi.
“Tujuannya supaya jangan ada kesalahpahaman saat berbicara dan paling penting adalah mereka memahami budaya dengan baik dan benar,” katanya sembari mengharapkan keduanya sukses dalam belajar.
Sementara Yoana dan Gio saat ditemui mengatakan siap untuk berangkat ke Jepang dan akan bertanggung jawab dengan pilihan yang sedang mereka jalankan saat ini.
“Pertama, terima kasih kepada sekolah. Dengan beasiswa ini, saya bisa mewujudkan impian orang tua untuk bisa berkuliah di luar negeri,” jelas Gio.
“Pertama kali dengar, saya bersyukur dan berterima kasih, ini mimpi saya, tapi saya juga merasakan bahwa beban banyak orang ada di pundak saya,” tambah Yoana.
Ia menambahkan, bersama sahabat seangkatannya Gio, keduanya siap memikul tanggung jawab besar dari sekolah, orang tua, teman-teman, dan semua yang mendukung dengan cara masing-masing.
“Kami siap dan mohon doa serta dukungan dari semua untuk kami bisa melewati perjalanan setiap momen ketika sudah berada di Jepang,” pungkasnya.* (EK)




Comments