Misa Hari Guru, Pater Naris Tonbesi Menitipkan Dua Pesan Penting
- Eto Kwuta
- 12 hours ago
- 2 min read

Ende, Syuradikara.sch.id - Keluarga besar SMAK Syuradikara merayakan Hari Guru 25 November 2025 dengan merayakan Misa Kudus bersama di Kapel Santo Mikael, Selasa, 25 November 2025 pagi.
Dalam khotbah, ia mengatakan, tugas dan panggilan guru terbagi dalam dua hal yakni sebagai pendidik dan pengajar.
"Sebagai pengajar belum cukup, tapi harus dilengkapi dengan pendidik. Tugas kedua hal ini berbeda," kata Pater Naris.
Ia bilang bahwa guru diberi tanggung jawab besar oleh orang tua untuk membentuk anak-anak menjadi pribadi yang berkualitas.
"Guru akan berhadapan dengan anak-anak yang berkarakter seperti besi, tapi pada tempat yang sama, guru akan mendidik anak-anak dengan karakter seperti tanah liat," kisahnya.
Menurutnya, guru-guru walau dalam situasi lelah dan capai, tidak pernah mengeluh karena berjuang membentuk anak-anak menjadi pribadi yang berkarakter.
Poin kedua, lanjut dia, guru juga menjadi tanda-tanda yang akan memberikan arah atau petunjuk kepada anak-anaknya.
"Tugas kita di sini adalah mengarahkan anak-anak untuk membuat keputusan, buat yang baik dan jangan buat yang tidak baik," ungkap dia.

Pater Naris meminta supaya para guru selalu setia membimbing anak-anak supaya tidak kehilangan arah hidup dan apa yang menjadi idealisme bersama, itu adalah nilai yang harus dikejar sampai dapat.
"Kebanggaan seorang guru adalah ketika dia melihat anak didiknya menjadi orang sukses. Mari kita berdoa di hadapan Tuhan supaya Tuhan memberikan kita tugas dan tanggung jawab yang berkualitas," katanya.
Rachel M. G. N. Djawa dan Maria Anselmus Carvallo, dua siswi SMAK Syuradikara mengatakan dengan bangga bahwa mereka pintar karena memiliki guru-guru yang hebat di SMAK Syuradikara.

"Syuradikara itu lebih dari rumah dan kami bangga karena memiliki guru-guru hebat dari TK sampai SMA di Syuradikara," kata Rachel, mewakili sahabatnya Maria saat diwawancarai media ini sehabis Misa Kudus.
Keduanya juga mengucapkan terima kasih banyak kepada guru-guru hebat dari SMAK Syuradikara Ende dan mengungkapkan maaf untuk para guru.
"Kami sampaikan terima kasih banyak kepada orang hebat kami dan maaf jika kamu selalu buat sakit hati bapa ibu guru," ungkap mereka sambil menyimpan sedih di mata mereka.*









































































Comments