Syuradikara Lulus Seratus Persen, Bruder Kris Riberu: Angkatan 69 Harus Tahu Bersyukur dan Jangan Sombong
- Eto Kwuta
- May 6
- 2 min read

Ende, Syuradikara.sch.id – Bruder Kristianus Riberu, SVD, Kepala SMAK Syuradikara menyampaikan pesan mendalam dalam acara perutusan siswa-siswi angkatan 69 yang berlangsung di Naungan Hijau Satu, Selasa, 06 Mei 2025.
“Kalian harus tahu bersyukur atas kasih dan kemurahan Tuhan. Jika bukan Tuhan yang memulai, kita tidak ada apa-apanya,” kata Bruder Kris Riberu.
Ia menambahkan, menjadi Pahlawan Utama berarti belajar pula untuk tidak sombong.
“Jangan sombong dengan prestasi yang kalian dapat hari ini dan jadi pribadi yang rendah hati, tahu bersyukur, dan bersyukur lagi,” tandasnya lagi.
Menurut Bruder Kris, syukur tersebut mesti berangkat dari kesadaran sebuah relasi sosial mendalam dengan sesama yang lain.

“Ada begitu banyak tangan, kaki, yang menopang perjalanan kalian. ada bapa dan mama yang senantiasa berjuang dalam keheningan doa dan kerja, ada sanak saudara yang senantiasa mendukung, guru-guru, karyawan-karyawati, dan lain-lain,” ungkap dia.
Menjawab respons Bruder Kris Riberu, SVD, perwakilan angkatan 69, Evalyn Meylan Lie dalam sambutan mengatakan bahwa tanpa terasa dirinya dan rekan seangkatan sudah sampai pada halaman terakhir.

“Saat ini, kami berdiri di antara dua perasaan. Jika dulu kami bertanya, seperti apa masa SMA itu? Pada hari ini, 06 Mei 2025, kami membocorkan banyak hal,” katanya.
Dikisahkannya ulang bahwa di SMAK Syuradikara, kami belajar mengenal diri dengan berbagai macam cara.
“Untuk itu, kami sudah sepantasnya berterima kasih kepada Yayasan Persekolahan Santo Paulus Ende, orang tua, sekolah, guru dan pendidik, karyawan-karyawati, dan teman-teman seperjalanan yang hebat,” kata siswi yang mendapat Beasiswa ke Universitas Nanzan Jepang ini.

Di lain sisi, perwakilan orang tua, Eva Huma, memberi pesan lagi kepada angkatan 69. Ia bilang, jika ingin berhasil ingatlah semua yang diajarkan di almamater SMAK Syuradikara.
“Panggilan kalian adalah tidak boleh menyia-nyiakan orang dan pendidik di almamater tercinta ini,” kata Eva Huma saat membawa sambutan di Kapela Santo Mikael Syuradikara.

Eva juga meminta beberapa hal sebagai catatannya mewakili orang tua dan Ikatan Alumni Syuradikara.
Pertama, semoga SMAK Syuradikara akan membuka kurikulum kelas internasional, di mana sekarang banyak beasiswa yang bisa diikuti oleh siswa-siswi di mana saja.
Kedua, agar supaya yayasan menyekolahkan guru-guru atau pendidik yang siap untuk belajar lebih tinggi lagi.
Ketiga, setiap kegiatan ekstrakurikuler diberikan perangsang kepada anak-anak, supaya mereka bisa membangun kemandirian dan menghidupkan kreativitas mereka yang bisa dijual kepada alumni dan orang tua.
Untuk diketahui, pada tiga tahun lalu awal masuk SMAK Syuradikara, semua siswa berjumlah 409 orang dengan perincian 161 laki-laki dan 248 perempuan.
Lalu, pada 06 Mei 2025 siswa-siswi SMAK Syuradikara angkatan 69 yang diutus menjadi 382. Ini berarti, ada 27 anak atau siswa-siswi yang tidak bertahan atau pergi dari Syuradikara.* (EK)







Comments