Hadir dalam Festival Budaya Etnis Ngada, Bruder Kris Tegaskan Sekolah sebagai Rumah Budaya
- Eto Kwuta
- 21 hours ago
- 2 min read

Ende, Syuradikara.sch.id - Bruder Kristianus Riberu, SVD, Kepala SMAK Syuradikara, menegaskan dalam sambutan acara Festival Budaya Ngada tentang budaya yang harus dihidupkan dari, oleh, dan untuk sekolah.
"Festival budaya ini bukan sekadar kegiatan tahunan, tapi merupakan edukasi budaya. Budaya yang dihidupkan juga oleh sekolah," katanya di Lapangan SMAK Syuradikara, Jumat, 13 Februari 2026.

"Oleh karena itu, sekolah adalah rumah budaya itu sendiri," tandas Bruder Kris.
Ia bilang, dalam setiap gerak tari, pakaian adat yang dikenakan, motif yang indah, semuanya menyimpan sejarah panjang leluhur yang hidup dan mesti dijaga.
"Itu karena budaya bukan saja warisan yang kita terima, melainkan juga tanggung jawab yang kita jaga," ungkap dia.

Bruder Kris menilai, kalau kegiatan budaya itu selalu dilakukan, maka kata dia, budaya dan seni itu belum mati, bahkan hidup selama-lamanya selagi manusia masih eksis dan ada.
Budaya itu, lanjut Bruder Kris, hidup di tengah-tengah masyarakat, di ruang atau lingkungan sekolah, dan di mana saja.
"Jadi, saya tegaskan lagi, sekolah sejatinya bukan hanya tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga rumah pembetukan karakter yang kita sebut rumah budaya," ungkapnya lagi.
Sementara saat membuka kegiatan dengan resmi, Dominikus M. Mere, Wakil Bupati Kabupaten Ende, menyampaikan pesan-pesan penting lainnya.

Dikatakannya, yang paling penting adalah religiusitas dan spiritualitas kehidupan itu bertumbuh.
"Seperti ritus penghormatan kepada leluhur dan syukur pada wujud tertinggi, merupakan nilai-nilai yang perlu dipertahankan," katanya pada momen yang sama.
Menurut dia, festival budaya tersebut akan mendorong potensi pariwisata yang di dalamnya ada seni tari, tenun, potensi pertanian, dan sebagainya.

Dominikus mengapresiasi Ikada Ende yang menunjukkan totalitas kerja sama yang menghidupkan budaya.
"Di rantau pun, Ikada tetap ingat kampung halaman dan pulang untuk menghidupkan nilai adat dan budaya bagi perjalanan keluarga di mana saja berada," pungkasnya.
Diketahui kegiatan ini merupakan event tahunan yang dihadiri oleh seluruh insan Ikada Kabupaten Ende, Wabup Ende, Kepala SMAK Syuradikara, para siswa-siswi SD, SMP, dan SMA, bersama tamu undangan yang ikut memeriahkan kegiatan.* (EK)























































Comments