Pater Eman Embu, SVD Ingatkan tentang Sejarah Misi dan Pentingnya Rasa Syukur
- Eto Kwuta
- 5 days ago
- 2 min read

Ende, Syuradikara.sch.id - Dalam Perayaan Ekaristi Peringatan Santo Arnoldus Janssen di Kapel Santo Mikael Syuradikara, Pater Eman Embu, SVD, Provinsial SVD Ende mengulik kembali tentang sejarah.
"Perayaan ini adalah pesta syukur. Kalau kita ingat semua sejarah SVD, awalnya penuh ketidakpastian. Tapi kini, SVD bekerja di 79 negara. Ini upaya membawa terang Kristus," kata Pater Eman, Kamis, 15 Januari 2025.
Ia mencontohkan bagaimana hidup para misionaris yang telah membawa terang Kristus kepada sesama di seluruh dunia.
"Mereka tidak hanya urus gereja, liturgi, tapi memperhatikan sisi lain seperti pendidikan dan lainnya," kata dia.
Untuk konteks SMAK Syuradikara sebagai sebuah lembaga pendidikan, lanjut dia, momen perayaan kekeluargaan adalah kesempatan untuk bersyukur atas perhatian karya misi, yang mencerdaskan, membentuk orang jadi manusia.
"Jadi mari kita mengingat sejarah, belajar dari sejarah, supaya mengingat dan tahu bersyukur," tandas Pater Eman.
Syukur, kata dia, adalah suatu perbuatan dengan niat dan upaya-upaya untuk mengubah diri sehingga mesti menggunakan karya misi untuk belajar dengan sungguh-sungguh.
Menurutnya, pada awal perjalanan misi, Santo Arnoldus Janssen memulainya dengan sangat sederhana.
"Dan Santo Arnoldus Janssen membuktikan bahwa bukan hanya terang saja, tapi menjadi terang untuk Tuhan, alam, dan sesama," katanya.
Dalam sambutannya, Bruder Kristianus Riberu, SVD, Kepala SMAK Syuradikara, menambahkan bahwa setiap perayaan iman selalu mengundang kita untuk belajar, refleksi, dan bertumbuh.
"Seperti apa yang dikatakan Pater Provinsial, ingat sejarah dan bersyukur. Jadi, mari kita diajak untuk menampilkan semangat hidup dan komitmen kita untuk itu," ajak Bruder Kris.
Ia bilang, ada hal lain yang lebih besar adalah soal keterbukaan dan sikap saling menghargai.
"Kita tunjukkan ini lewat cara kita menolak adanya kekerasan, vandalisme, tidak peduli lingkungan, dan lain sebagainya," kata dia.

Bruder Kris, menegaskan ulang kata-kata Pater Provinsial SVD Ende, bahwa sebagai sebuah lembaga pendidikan misi, perlu ada kesadaran kolektif tentang kehidupan bersama dan merawat lingkungan yang sehat dan jauh dari sampah plastik.
Di lain sisi, dalam sambutannya, Bruder Simply Hanafi, SVD, perwakilan Yayasan Persekolahan Santo Paulus Ende mengajak supaya semua warga Syuradikara bisa melakukan dengan sadar apa yang baik tanpa memikirkan imbalan.
"Kita sebaiknya memberikan apa yang kita miliki. Kita jadikan hidup ini berguna dengan memberikan apa yang kita miliki untuk lembaga sambil ambil bagian dalam gerakan bersama," pungkasnya.* (EK)





















































































































































































Comments