Provinsial SVD Ende Ingatkan Soal Moral dan Berani Lawan Bullying
- Eto Kwuta
- 9 hours ago
- 2 min read

Ende, Syuradikara.sch.id - Segenap Civitas Akademika SMAK Syuradikara memulai Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menggelar Misa Pembukaan dan Penerimaan Murid Baru Angkatan 73, Senin, 13 Juli 2026.
Misa ini berlangsung di Kapela Santo Mikael Syuradikara dan dipimpin oleh Provinsial SVD Ende, Pater Eman Embu, SVD.
Dalam kotbahnya, Pater Eman menekankan beberapa poin penting tentang nilai-nilai luhur yang mesti dipegang teguh dan dijadikan sebagai pegangan di awal Tahun Ajaran 2026/2027. Salah satu nilai yang ditekankan adalah soal Moral, di mana warga sekolah diingatkan untuk membedakan mana yang baik dan buruk, serta berani pula melawan perundungan atau bullying.

"Anak-anak terutama kita semua membutuhkan keberanian untuk menolak perundungan/kekerasan," tandas Pater Eman dalam pesan kotbahnya.
Ia juga menyentil nilai injil tentang seorang penabur keluar menabur benih.
"Benih itu adalah benih-benih Sabda Allah. Sehingga perlu memperlakukan benih sabda itu dengan baik," katanya.
Menurut dia, sekolah adalah tempat benih itu ditabur, sehingga sekolah harus dijadikan tempat mendengar sabda Allah, tempat membaca dan merenungkan Kitab Suci,
dan tempat mendengar Tuhan yang hadir dalam diri sesama, para pendidik, dan alam sekitar.
Oleh karen nilai-nilai itu, Pater Eman menyodorkan tiga poin penting ini. Pertama, dibutuhkan keberanian untuk jujur. Jujur untuk diri sendiri, sesama, dan lainnya.
"Banyak praktik korupsi hari ini, itu karena orang tidak jujur," kata dia.
Kedua, memahami pesan moral. Semua harus sadar dan tahu apa yang baik dan jahat. Pada poin ini, ia menegaskan ulang soal dibutuhkan keberanian untuk menolak perundungan/kekerasan.
"Dibutuhkan juga keberanian untuk membela orang yang marginal karena sekolah tempat pembentukan iman dan karakter," imbuhnya.
Ketiga, tentang prioritas. Allah sebagai pusat hubungan dalam relasi dengan yang lain.
"Kita harus tahu mengasihi orang tua kita yang bekerja sungguh untuk kita. Tapi pertama, tahu mengasihi Tuhan. Tuhan sebagai prioritas," ungkapnya sambil mengajukan sebuah pertanyaan.
"Apa yang menjadi prioritas atau pusat ziarah kita selama ini? Pertanyaan lebih serius lagi, apa yang ada di balik semuanya itu dan apa yang kita cari?"

Sementara itu, Vincent Wanggo, orang tua murid baru yang juga merupakan alumus SMAK Syuradikara angkatan 43 mengatakan bahwa sebagai alumni, dirinya yakin anaknya juga bisa bersekolah di Syuradikara.
"Anak saya mau sekolah di sini bukan kami paksakan, tapi karena kemauan sendiri dan kami tidak ragu pada almamater yang bisa mendidik anak-anak kami lebih baik," kata Vincent.
Ia berharap anak-anak bisa beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan memulai usaha dan proses belajar dengan baik selama tiga tahun ke depan.*




Comments