top of page

Reuni Imam, Biarawan-biarawati Ngalupolo, Uskup Budi Sebut Pendidikan Berkualitas Lahir dari Disiplin

Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, Uskup Agung Ende saat membagikan nilai-nilai pendidikan untuk umat Stasi Ngalupolo, Rabu, 08/07/2026.
Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, Uskup Agung Ende saat membagikan nilai-nilai pendidikan untuk umat Stasi Ngalupolo, Rabu, 08/07/2026.

Ende, Syuradikara.sch.id - Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, Uskup Keuskupan Agung Ende mengapresiasi umat Stasi Ngalupolo yang melahirkan banyak Imam, suster, bruder, dan frater.


Ia mengatakan, Ngalupolo memiliki iklim yang baik tentang pendidikan sehingga menghasilkan atau memanen buah pendidikan yang baik dan berkualitas.


“Orang Ngalupolo patut berbangga, karena ada iklim yang baik untuk pendidikan dan reuni ini adalah peristiwa memanen buah dari pendidikan itu,” kata Uskup Budi dalam Sharing Pendidikan di Ngalupolo, Rabu, 08 Juli 2026.

Namun demikian, hasil dari pendidikan berkualitas itu mesti dimulai dari keluarga. Di sisi lain, ini berangkat dari sikap dan tindakan manusia sebagai murid karena kata murid dekat dengan kata disiplin.


“Jadi, tanpa disiplin, seorang murid tidak bisa berhasil dalam pendidikan,” katanya.


Ia menegaskan, nilai kedisiplinan sangat membutuhkan aspek disiplin karena merupakan dasar. Jadi, Uskup Budi memberikan empat disiplin ilmu yang yang mesti dibawa atau dijadikan pegangan. Pertama, disiplin diri supaya tahu bawa diri dengan baik.


“Ini sangat penting dan diperlukan di mana-mana. Tanpa disiplin orang dapat mengambil apa yang jadi hak orang lain,” tandasnya.


Kedua, disiplin berkomunikasi atau berbicara. Ada tata cara atau tata kramanya. Saat ini, disiplin komunikasi menjadi tantangan semakin serius lewat media sosial.


Disebutkan, disiplin sekarang sudah dimulai dengan jari karena orang berprinsip yang penting posting, bukan posting yang penting.


Ketiga, disiplin bergaul. Bergaul di antara sesama. Tanpa disiplin ini, kata dia, siapa saja, terutama generasi muda, bisa membawa diri terjebak dalam kesulitan. Keempat, disiplin waktu di mana seseorang bisa tahu mengatur waktu dengan sebaik-baiknya.

Momen perarakan bersama Uskup Budi, para imam, biarawan-biarawati, serta umat Stasi Ngalupolo, Rabu, 08/07/2026.
Momen perarakan bersama Uskup Budi, para imam, biarawan-biarawati, serta umat Stasi Ngalupolo, Rabu, 08/07/2026.

Dalam momen yang sama, Pater Markus Tulu, SVD, Ketua Panitia Reuni Imam, Biarawan-biarawati Ngalupolo mengajak semua elemen masyarakat untuk terus merawat kebersamaan dan persaudaraan.


“Saya berharap, jaga persaudaraan, jaga kepedulian, apapun agama kita, kebersamaan ini mesti terus dijaga,” kata dia.


Merespons Uskup Budi tentang disiplin, Pater Markus menegaskan bahwa perlu adanya kesadaran kolektif tentang pendidikan.


“Jangan tidak bisa melanjutkan pendidikan, karena fokus urusan belis. Paling penting adalah menata kembali pendidikan kita,” pungkasnya.

Diketahui, kampung Ngalupolo adalah salah satu wilayah pelayanan dari Paroki Wolotopo, sebuah tempat di Selatan Kota Ende yang kini telah menghasilkan imam 18 orang, Suster 8 orang, frater 6 orang, postulan 5 orang, dan bruder 4 orang.* (EK)

bottom of page