Tanamkan Nilai Peduli Sejak Dini, Siswa SMAK Syuradikara Asal Ngalupolo Beri Bantuan Sosial
- Eto Kwuta
- 4 days ago
- 2 min read
Ende, Syuradikara.sch.id - Siswa-siswi SMAK Syuradikara yang tergabung dalam Paguyuban Kampung Ngalupolo membagikan bantuan sosial dari para donatur, Kamis, 09 April 2026.
Hal ini disampaikan oleh Bruder Kristianus Riberu, SVD, Kepala SMAK Syuradikara ketika diwawancarai media ini.
"Sekolah mengapresiasi siswa/i SMAK Syuradikara asal Ngalupolo dan Wolotopo yang menunjukkan kepekaan sosial dengan meluangkan waktu selama masa liburan untuk hadir bersama masyarakat," katanya.
Ia bilang, melalui kegiatan bakti sosial, anak-anak dilatih untuk pekah dan peduli sejak kecil.
"Buktinya, mereka membagikan pakaian sekolah, pakaian layak pakai bagi siswa-siswi SD, serta selimut bagi para janda yang membutuhkan," katanya lagi.
Ia menerangkan, pakaian dan selimut yang dibagikan merupakan hasil kerja sama dengan para donatur dan alumni yang memiliki kepedulian yang sama terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
"Saya sungguh bangga melihat para siswa/i mengisi waktu liburan bukan hanya dengan kegiatan pribadi, tetapi dengan aksi nyata berbagi dan melayani sesama," ungkap sosok biarawan SVD asal Ngalupolo ini.
Pengalaman seperti ini, kata dia, jadi pembelajaran hidup yang sering kali tidak mereka peroleh di ruang kelas. Melalui kegiatan sosial ini, anak-anak belajar tentang empati, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama.
"Semoga kegiatan sosial ini semakin mengasah hati mereka untuk selalu peka dan peduli terhadap orang lain dan jadi contoh untuk kelompok lainnya," katanya.
Lain cerita, Icha, siswi SMAK Syuradikara berdarah Ngalupolo juga mengatakan bahwa dirinya bahagia bisa hadir untuk terlibat dan melihat keadaan orang-orang di kampung halamannya.
"Kami bangga jadi siswa-siswi Syuradikara dan kami bersyukur mendapatkan nilai-nilai kokurikuler yang kami adaptasi untuk kebutuhan masyarakat," katanya.
Icha berharap mereka tetap kompak dalam kerja sama menjaga komunitas atau paguyuban mereka agar bisa lebih besar ke depan.
"Komunitas atau kelompok kami dibentuk Bruder Kris, semoga ke depannya kami tetap bertahan dan hidup," pungkasnya.*



Comments