top of page

Workshop SDM-Public Speaking, Suster Margaretha Sebut Public Speaking Sangat Penting untuk Generasi Muda

Suster Margaretha Ada, SSpS ketika membawakan sambutan dalam Workshop SDM-Public Speaking, Rabu, 29 April 2026.
Suster Margaretha Ada, SSpS ketika membawakan sambutan dalam Workshop SDM-Public Speaking, Rabu, 29 April 2026.

Ende, Syuradikara.sch.id – JPIC SSpS berkolaborasi dengan SMAK Syuradikara mengadakan Workshop bertema “SDM-Public Speaking, Pengembangan Public Speaking Skills Remaja, Mengasah Skill-Terampil Berbicara di Depan Umum”.


Kegiatan ini dalam rangka menyongsong Hari Pendidikan Nasional 2026 dan berlangsung di halaman Rumah Sakit SSpS, Kelurahan Kota Raja, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende, menghadirkan Bruder Kristianus Riberu, SVD, Kepala SMAK Syuradikara sebagai narasumber pertama dan Sr. Margaretha Ada, SSpS, Katua JPIC SSpS sebagai narasumber kedua.


“Kita mengundang semua pelajar SMA/SMK/Madrasah se-Kota Ende untuk mengambil bagian dalam Workshop mengingat Public Speaking sebagai salah satu bagian penting dari SDM yang mesti dikembangkan,” kata Suster Margaretha.

Ia meminta supaya para perwakilan beberapa sekolah yang terlibat bisa membuktikan diri menjadi public speakers andal di tengah perkembangan teknologi digital yang masif.


Sementara Anis Jata, mewakili Camat Ende Utara, dalam laporannya menegaskan, semua peserta yang hadir datang untuk belajar sebagai seorang pemimpin hebat.

Pose bersama para peserta sebelum kegiatan Workshop SDM-Public Speaking dimulai.
Pose bersama para peserta sebelum kegiatan Workshop SDM-Public Speaking dimulai.

“Mengapa demikian? Karena pemimpin yang hebat lahir dari keberanian menciptakan gagasan demi gagasan,” tandasnya.


“Kalau bukan kalian, siapa lagi. Jadi hilangkan rasa grogi, malu. Salah itu biasa, yang tidak mau dia akan terlambat. Kita belajar dari tidak tahu menjadi tahu,” tambah Anis.


Ia mengharapkan anak-anak tetap menekuni bidang public speaking dan mendapatkan panggung sebanyak-banyaknya.


Di lain sisi, Don Tato, Koordinator Pengawas Dikdas TK-SD mengutarakan bahwa Workshop ini sangat relevan karena melatih anak-anak memiliki kemampuan untuk dapat berbicara di depan umum.


“Jadi kegiatan ini membentuk karakter belajar generasi muda yang akan mampu bicara, menyampaikan ide secara bijak dan bertanggung jawab,” katanya lagi.


Ia meminta supaya anak-anak memanfaatkan momen ini untuk berlatih, berani tampil, dan tidak pernah takut membuat kesalahan.


Orang yang tidak berkembang, kata dia, adalah orang yang selalu dibayang-bayangkan oleh rasa bersalah.


“Anda bersyukur bisa hadir di sini dan berkolaborasi dengan teman-teman lain dan bisa saling belajar, kami sebagai pemerintah sangat mendukung penuh kegiatan ini,” pungkasnya.* (EK)

 
 
 

Comments


bottom of page