top of page

Misa Pembukaan TA 2025/2026, Pater Eman Embu Ajak Warga Syuradikara Melihat, Mendengar, dan Melakukan

Persiapan Perarakan Misa Pembuka TA 2025/2026, Sabtu, 26 Juli 2025.
Persiapan Perarakan Misa Pembuka TA 2025/2026, Sabtu, 26 Juli 2025.

Ende, Syuradikara.sch.id – Lembaga pendidikan SMAK Syuradikara memulai TA 2025/2026 dengan menggelar Misa Kudus yang berlangsung di Kapel St. Mikael, Sabtu, 26 Juli 2025.

Dalam sapaan pembuka, Provinsial SVD Ende, Pater Eman Embu, SVD, mengucapkan selamat datang dan selamat belajar di SMAK Syuradikara bagi peserta didik baru.

Pater Eman Embu, SVD, Provinsial SVD Ende.
Pater Eman Embu, SVD, Provinsial SVD Ende.

“Kita memohon supaya Tuhan membuka mata dan telinga untuk kita, supaya mampu melihat kebenaran Tuhan sendiri di rumah SMAK Syuradikara,” katanya di hadapan seribu lebih siswa yang hadir dalam Misa atau Ekaristi.

Dalam Injil yang hanya dua ayat saja, kata dia, ada nilai yang dipelajari yakni tentang apa yang dilihat oleh Allah.

Dikatakannya, Allah melihat hati, bukan hal-hal yang lahiriah. Lalu muncul pertanyaan, bagaimana dengan apa yang dilihat oleh manusia?


"Manusia biasanya tidak melihat isinya, sementara Allah melihat isinya, kandungannya, bukan aksesoris atau perhiasan mewah,” kata Pater Eman.

Untuk itu, ia mengajak semua belajar dari Yesus selalu memandang atau melihat orang lemah dengan mata kasih atau tergerak hatinya oleh belas kasihan.

“Kita belajar nilai compassion, sehati, seperasaan, ikut menderita dengan orang lemah,” ajaknya.

Di sisi lain, Pater Eman menegaskan pentingnya melihat sesama sebagai citra Allah sebagaimana ajaran Yesus, “Apa yang kamu lakukan pada sesamamu yang paling hina, kamu melakukan itu Aku”.

“Di sini, kita semua diajarkan tentang nilai pokok manusia. Apa pun warna kulitnya, suku, budaya, dia adalah manusia,” katanya.

Sementara poin kedua, mendengarkan, menurut Pater Eman, iman timbul dari pendengaran. Mendengar dalam iman berarti siap diubah.

Bruder Kris Riberu saat membawa sambutan.
Bruder Kris Riberu saat membawa sambutan.

“Mari mendengarkan jeritan sesama. Langkah awal pertobatan, yang pada akhirnya membawa orang menjadi taat. Sapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengar, jadi dengar bukan hanya dengan telinga, tapi dengan hati,” katanya lagi.

Dalam sambutan, Bruder Kepala SMAK Syuradikara, Kristianus Riberu, SVD, juga menegaskan kembali soal nilai-nilai Sabda Allah.

“SMAK Syuradikara adalah sekolah misi yang didirikan oleh SVD. Jadi mari kita menjadi pewarta Sabda yang bisa melihat, mendengar, dan melakukan,” pungkasnya. (EK)

Comments


bottom of page